Jumat

Sejarah Perkembangan Ilmu Tanah (bagian 2)

semoga artikel ini bermanfaat , mohon menyertakan sumber jika ingin mengambil (copy) atau re-publish artikel ini =)

5. Pada tahun 1870.
Pasteur di Perancis, mengemukakan bahwa nitrifikasi (konversi ammonium menjadi nitrat) adalah merupakan suatu proses yang dilakukan oleh bakteri.
6. Pada tahun 1890.
S. Winogradsky, berhasil mengisolasi bakteri nitrifikasi.
7. Pada periode yang sama.
H. Hellriegel dan H. Wilfarth, membuktikan bahwa bakteri pada nodula legum mengasimilasi gas nitrogen dan sebagian nitrogen tersebut kemudian dapat tersedia bagi tanaman.
8. Semenjak 1840.
Pengetahuan tentang tanaman telah tumbuh luar biasa.
Hal ini sangat menguntungkan sebab:
�� ada urgensinya dengan kebutuhan bercocok tanam untuk menghasilkan makanan dan serat untuk kebutuhan manusia.
9. Pada tahun 1825 – 1840.
Edmund Ruffin, ahli pertanian dari Virginia, adalah
yang pertama kali menggunakan kapur untuk memperbaiki produktivitas yang rendah dari suatu tanah yang disebabkan oleh kemasaman tanahnya.
10. Pada tahun 1843.
J. B. Lawes dan J.H Gilbert di Rothamsted, Inggris, adalah pembaharu penyelididkan pertanian secara ilmiah, yang membuat Pusat Percobaan pertama kali di dunia.
Dari hasil percobaannya pada 1855, disimpulkan bahwa:
�� Tanaman membutuhkan garam kalium dan fosfor
�� Tanaman membutukan sumber nitrogen dalam tanah
�� Penambahan pupuk buatan dapat menjaga kesuburan tanah
11. Pada akhir abad 19.
Dimulai pengkajian tanah dengan tanpa mempertimbangkan peranannya sebagai media untuk pertumbuhan tanaman.
12. Pada tahun 1886.
V. V. Dokuchaiev, mengklasifikasikan tanah ke dalam:
�� Normal (upland)
�� Transisional (padang rumput, calcareous, alkali)
�� Abnormal (organik, alluvial, aeolin)
13. Pada tahun 1912.
Coffey mengklasifikasikan tanah ke dalam 5 kategori, yaitu:
1. Arid soil
2. Dark – colored prairie soils
3. Light – colored timbered soils
4. Black swamp soils
5. Organic soils

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar